pedes

Tito: “Rai, aku mau pesen makan siang nih. Kamu mau nitip gak?”

Arai: “Boleh. mau dong. Mau beli makan di mana?”

Tito: “Di restoran padang di depan. Yakin tapi ini mau nitip? Emang bisa makan pedes? Makan mie rebus aja gak pake bubuk cabenya haha”

Arai: “Enak ajaaa. Aku udah kuat keles makan pedes, gak cupu kayak dulu. Aku pesen nasi rendang ya. kuahnya dipisah”

Tito: “oke”

—–gak lama setelah itu, makan pesenan pun datang—

AraiΒ :”hmm…. ” (mukanya udah memerah)

Tito: “Kenapa, Rai? kepedesan yah? hehe”

Arai: “Enggak kok. Gerah aja ini mah. Aku mah kuat keles makan pedes”

—setelah itu…..—

Arai: “Toooo, minta air tooo. Pedes tooo T_T”

Tito: “Hahahaha dasar anak sotoy. Sok kuat makan rendang padang. Makan cilok pake bumbu kacang aja gak kuat, apalagi ini makan rendang. hahahaha.”

Arai: “TItoooo jahaaat.. minta minuuuum pleaseeeeeee.”

–dan akhirnya Arai menyerah dan makan siang jatah AraiΒ pun dihabiskan oleh Tito–

Advertisements

4 thoughts on “pedes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s