Cinta Seharusnya Happy Ending

My Journey

Engkau mencintai seorang gadis shalihah lalu melamarnya, dia menerima lamaranmu kemudian menikah, maka cintamu pun happy ending.

Engkau mencintai seorang gadis lalu melamarnya, dia tidak menerima lamaranmu kemudian dia menikah dengan teman karibmu. Engkau mendatangi pernikahan mereka dan mendoakan mereka agar dipersatukan hidupnya di dunia dan akhirat. Maka cintamu pun happy ending.

Engkau mencintai seorang gadis lalu melamarnya, dia menolak lamaranmu dan kemudian engkau pergi menjauh untuk mengembalikan rasa percaya diri. Sepuluh tahun kemudian engkau menjadi pengajar. Pada suatu hari engkau mendapati sepasang suami istri datang ke sekolah tempatmu mengajar untuk mengantarkan anaknya masuk ke sekolah. Dia adala anak dari gadis masa lalumu, lalu engkau mengajari sang anak dengan penuh kecintaan seperti anakmu sendiri.Β Maka cintamu pun happy ending.

Engkau mencintai seorang lelaki lalu menanti lamarannya, tetapi dia memilih menikahi perempuan lain dan engkaupun menikahi lelaki lainnya. Sekitar dua puluh tahun kemudian engkau melihat sosok tua yang tidak lain adalah pemuda…

View original post 153 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s