menjadi super-mom

Jadi tadi sore ceritanya saya ngeberesin file-file dan berbagai folder yang ada di laptop. Soalnya, sebagai seseorang yang cenderung neat-freak, saya suka sebel kalo ngeliat file dan folder di laptop berantakan dan gak berurutan. Maklum aja we lah yah hehe

Selain ngerapihin isi laptop, salah satu kebiasaan saya yang lainnya adalah nyimpen berbagai sms penting dan ‘unyu-unyu’ dari orang tua dan sahabat-sahabat saya yang isinya kalau dibaca berulang kali gak pernah gagal untuk bikin saya ketawa atau semangat lagi hehehe. Saya biasanya copy-paste messagenya di notepad kemudian saya simpan di folder tertentu.

Nah, tadi sore, sambil ngerapihin folder dan file laptop, saya kembali membaca berbagai sms yang pernah almarhumah mamah saya kirim ke handphone saya. Awalnya sih saya ngerasa biasa-biasa aja, sambil terus nguat-ngatin diri supaya engga kebawa suasana dan ujung-ujungnya malah nangis. Hehehe. Saya baca sms-sms tersebut satu per satu. Ada yang bikin ketawa, ada juga yang bikin hati ‘mencelos’. Dari sejumlah sms balasan yang mamah kirim, kebaca banget kalau saya ini sering nanyain dan curhat hal-hal yang enggak penting ke beliau hehe.

Jujur, saya adalah orang yang sangat manja. Saya sangat dekat dan sangat tergantung sama mamah saya. Bahkan kadang-kadang untuk memutuskan sesuatu hal yang menyangkut kepentingan saya sendiri, saya harus menanyakan pendapat mamah dan meminta beliau memilihkan pilihan untuk saya. Ya, mamah selalu memiliki andil yang besar dalam setiap keputusan yang saya ambil dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya adalah saat saya harus milih akan ikut main, camping atau hiking sama temen-temen atau tidak, saat saya harus memutuskan untuk potong rambut atau tidak, atau saat saya memutuskan menerima atau menolak seorang cowok buat jadi pacar saya dan lain sebagainya. Hmmm, saya ngerti kok kalau orang lain menganggap saya ini childish banget. Tapi yaaaa, emang beginilah saya. Dari kecil saya udah terbiasa gak pernah menyembunyikan satu hal pun dari mamah. Bukan karena gak mau punya privasi atau saya emang ‘bocor’ banget kalau sama orangtua, tapi saya mah ngerasa nyaman banget nyeritain semuanya ke mamah. Saya ngerasa nyaman buat jujur dan terbuka sama mamah. Soalnya orang tua kan bisa dipercaya banget dan pastinya gak akan pernah ngecewain kita. Saya sih mikirnya yah seorang ibu mah punya hak buat tau segala hal tentang anaknya. Lagian cerita hidup saya juga gak ada yang ‘reasonable’ buat disembunyiin dari mamah. Hehehe

Waktu semasa kuliah, dari sejak TPB hingga semester 7, setiap saya mau ujian, ada tes, mau kuis ataupun mau presentasi depan kelas, saya selalu sms mamah saya minta doa agar apapun yang saya lakukan dimudahkan dan diridhoi oleh Allah. Mamah selalu menjawab sms saya dengan dukungan penuh yang membuat saya selalu tersenyum. Salah satu contohnya adalah,

‘Ya..jgn bilang ga bisa.! Ade bisa… Mudah2an sing dilancarken… Semangat!!’

‘sabar.. semua serahkan kepadaNYA .. yg penting kamu dah berusaha…’

‘ya.. do’aku selalu menyertai mu..’

‘iya mama doain biar di beri kemudahan dan kelancaran dalam mengerjakan soal2 ujian dan selalu dalam lindungan ALLAH SWT agar hasil ujiannya bagus dan sukses,amin yaa robbul alamin’

‘ya ..dido’akan sing lancar.’

‘de jam berapa ujiannya??? jangan lupa bismillah.. pasrahkan sama ALLAH SWT. Karena semua ilmu itu kan punya ALLAH….’

‘yang sabar tetap berdoa, jgn cemas. ALLAH SWT pasti bersama orang2 yg sabar dan ikhlas. semangat de doa mama selalu bersama dan untuk ade

Ini hanya sedikit contoh dari puluhan sms dari beliau yang luar biasa jadi ‘spirit-booster’ buat saya. Saya sangat bersyukur sama Allah SWT karena dianugerahkan seorang ibu yang sangat luar biasa untuk menjadi madrasah pertama saya di dunia. Almarhum mamah itu sosok ibu yang hebat banget. Bisa menempatkan dirinya di berbagai posisi. Beliau adalah sahabat dan teman terbaik bagi saya. Setiap mendengar suaranya, saya merasa lebih tenang dan aman. Almarhum mamah adalah idola saya sejak kecil. Suatu hari nanti, saat saya insyaAllah telah menjadi seorang ibu, saya ingin sekali menjadi ibu sehebat almarhum mamah. Menjadi ibu yang luar biasa untuk anak-anak saya kelak. Aamiin.

Kadang sebagai seorang perempuan yang sedang menjalani fase peralihan dari seorang remaja menjadi perempuan dewasa, saya sering merasa takut dan khawatir berlebihan kalau memikirkan hal yang terkait dengan masa depan nanti. Saya sering kepikiran, apakah nanti saya bisa menjadi seorang ibu sehebat almarhum mamah? Apakah saya nanti bisa mengurus, menjadi guru dan sahabat yang baik untuk anak-anak saya kelak?
Saya sering merasa tidak percaya diri. Saya sering merasa kurang pengalaman dan pengetahuan terkait hal ini. Mamah meninggal saat saya belum mengetahui apa-apa tentang dunia parenting. Jurnal dan buku-buku tentang parenting yang pernah saya baca pun rasanya tidak cukup untuk menjadi bekal saya nanti. Bahkan kadang saya sering merasa sedikit iri dengan teman-teman saya yang mungkin nanti saat sudah memiliki anak, masih bisa minta saran dan nasihat dari ibunya dalam hal mengurus serta membesarkan anak. Saya merasa ‘tertinggal’ dari teman-teman yang lain.

Rasa enggak percaya diri dan khawatir yang berlebihan itu tentunya merupakan energi negatif yang harus saya buang jauh-jauh. Saya sering mencoba menanamkan sugesti ke diri saya sendiri bahwa mungkin perasaan ‘insecure’ ini hanya bisikan setan semata. Mungkin perasaan ‘insecure’ ini hanya kekhawatiran tak beralasan yang sebenarnya tidak perlu saya pikirkan. Toh pastinya pertolongan Allah akan selalu ada untuk saya dalam segala hal. Saya harus yakin bahwa Allah akan selalu mendampingi saya dalam setiap tahap proses pembelajaran untuk menjadi seorang ibu yang hebat, sehebat almarhum mamah. InsyaAllah.

Well, sekarang saya hanya bisa berikhtiar semaksimal mungkin. Walaupun sekarang sudah tidak ada sosok mamah yang bisa membantu memilihkan segala hal untuk saya, sudah tidak ada lagi sosok mamah yang selalu mempunyai jawaban atas segala pertanyaan saya, insyaAllah saya tidak akan pernah putus asa untuk terus belajar banyak hal dan mencari bekal sebanyak-banyaknya untuk menjadi ibu yang baik di dunia dan akhirat untuk keluarga saya kelak. Salah satu doa yang tidak pernah saya lupa panjatkan pada Allah setiap selesai solat adalah agar Allah selalu membimbing saya untuk menjadi wanita yang baik, menjadi istri serta ibu yang solehah serta menjadi wanita calon penghuni surga.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing saya dan para muslimah lainnya untuk kelak menjadi super-mom dan wanita solehah calon penghuni surga. Semoga Allah melimpahkan rahmat, hidayah dan inayahnya untuk seluruh muslimah di seluruh dunia. Semoga Allah senantiasa menjaga hati para muslimah, khususnya saya dari segala perasaan suudzan, tidak percaya diri serta kekhawatiran yang berlebihan akan masa depan. Aamiin.
Daaan… semoga Allah melimpahkan kasih sayangNya kepada almarhum mamah. Semoga mamah bisa beristirahat dengan tenang di dalam pelukan kasih sayangNya. Juga, semoga mamah termasuk kedalam golongan para wanita solehah calon penghuni surgaNya.

Aamiin Yaa Robbal Alamiin.
Mamah, ade kangen. Sangat kangen. ~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s