bersyukurlah kalau kamu sedang mengemban amanah

Amanah itu ibarat musuh.

Tidak untuk dicari.

Tidak untuk dinanti.

Tapi bila ia datang menghampiri.

Pantang untuk pergi dan melarikan diri.

Well, memang tidak mudah untuk memegang suatu amanah. Apalagi kalau amanah itu bisa dibilang cukup besar. Galau amanah, itu yang seminggu kemarin saya rasakan dan cukup mengganggu kegiatan saya sehari-hari. Hehe.

Beberapa hari yang lalu, saya sempat ditawarkan oleh seseorang untuk memegang jabatan yang β€˜cukup berpengaruh’ di suatu lembaga. Sebenarnya saya takut untuk menerima tawaran tersebut. Yang ada di benak saya saat itu adalah, kapabilitas saya masih sangat jauh untuk diberikan amanah sebesar itu, saya merasa tidak mampu dan merasa tidak pantas diberikan amanah sebesar itu.

Pertamanya, tidak ada keraguan sedikit pun dari diri saya ketika menolak untuk mengemban amanah yang diberikan tersebut. Alasan utama saya menolak adalah karena SAYA TAKUT. Saya takut tidak bisa membagi waktu. Saya takut saya akan tidak bisa fokus pada hal lain. Saya takut nilai akademik saya akan sedikit terganggu. Saya takut nantinya saya akan sangat kelelahan dan menjadi mudah sakit. Selain itu, saya juga takut tidak bisa menjalankan amanah besar tersebut dengan baik. Saya takut tidak bisa maksimal, karena saya adalah orang yang cenderung perfeksionis.

Namun, setelah sempat berdiskusi dan meminta pendapat dari beberapa orang terdekat termasuk orang tua, pada akhirnya saya tersadarkan.

Saya sadar bahwa pemikiran saya terlalu egois. Terlalu mementingkan kepentingan pribadi dan terlalu pesimis. Salah seorang sahabat saya pernah mengatakan,

β€œPayah ah lo Rai, masa gini aja lo gamau. Alasan mereka minta lo buat jadi pemimpin adalah karena mereka percaya sama lo. Mereka percaya sama kemampuan lo. Walaupun mungkin mereka ngeliat ada suatu lubang besar dari kekurangan lo, tapi mereka yakin bahwa lo bakal terus belajar buat jadi lebih baik. Mereka aja percaya sama lo Rai, masa lo gak percaya sama diri sendiri sih? Payah ah. Kalo gue jadi lo sih gue bakalan seneng dan ngerasa tersanjung. Cupu ah lo.β€œ

JLEB!

Kata-kata sahabat saya itu benar-benar membuat saya sedikit merenung dan berfikir untuk sejenak. Ada benarnya juga kata-kata beliau. Mungkin memang saya benar-benar payah dan cupu. Mungkin saya memang butuh menumbuhkan rasa percaya pada diri sendiri.

Well, kata-kata sakti nan nyelekit itu masih saya inget sampai sekarang. Bukan karena perasaan dendam, justru karena kata-kata tersebut telah membuat saya sadar bahwa saya gak pantas untuk takut dan gak percaya sama kemampuan diri sendiri. thanks my dear friend πŸ™‚

Saya sadar, gak ada satu alasan pun untuk saya merasa takut dan pesimis. Ketika Allah memberikan amanah pada seseorang, pasti Allah telah mengetahui bahwa hal tersebut adalah hal yang terbaik untuk dirinya,Β  dan dalam proses keberjalanan dari amanah tersebut, tentunya akan selalu ada tangan-tangan Allah yang akan selalu siap membantu. Bantuan dari-Nya akan selalu datang pada saat yang tepat, karena Allah memberika amanah juga pada pundak yang tepat.

Selain itu, amanah kan bisa menjadi salah satu jalan bagi kita untuk beribadah pada-Nya. Selama kita selalu ikhlas, berikhtiar maksimal dan berusaha selalu memberikan yang terbaik dalam melaksanakan amanah yang diemban, Allah tentu saja akan selalu menghitung lelah dan peluh keringat yang telah kita ikhlaskan untuk-Nya. Intinya sih tidak ada yang akan berakhir sia-sia selama kita selalu berserah diri pada-Nya.

Kalo punya amanah banyak, justru kita akan banyak belajar untuk membagi waktu. Menggunakan waktu seefektif mungkin dan lebih menghargai quality time yang kita habiskan bersama orang-orang terdekat. Setiap orang kan sama-sama punya modal 24 jam sehari. Sekarang tinggal bagaimana kita mengoptimalkan 24 jam yang kita punya untuk membuatnya lebih bermakna.

Setelah melewati banyak diskusi dengan orang-orang terdekat, akhirnya saya sampai pada satu titik dimana saya menyatakan diri untuk SIAP menerima amanah tersebut dan menekankan pada diri sendiri bahwa SAYA MAMPU dan SAYA BISA. πŸ™‚

Dalam waktu kurang dari seminggu, banyak sekali masukan dan saran yang saya terima. Saya yang notabene adalah seorang yang punya pendirian kuat dan tidak mudah dipengaruhi, ternyata bisa dengan mudahnya berubah pendirian. Bukannya saya plin plan, tetapi justru saya telah tersadarkan, bahwa selama usia kita masih terbilang muda, sebaiknya jangan pernah mencoba untuk menolak suatu tantangan yang bisa dijadikan sebagai sarana upgrading diri πŸ™‚

Dan sekarang, saya sangat sangat sangat bersyukur karena telah diberi kepercayaan untuk mengemban amanah ini. Semoga dengan ini, saya bisa semakin meningkatkan kualitas diri. Semoga amanah yang saya emban sekarang bisa menjadi sarana belajar sebanyak-banyaknya untuk saya. Semoga melalui amanah ini, saya bisa mewarnai hari-hari orang lain dan menjadikan diri saya jauh lebih bermanfaat untuk orang-orang sekitar.

No more Galau Amanah πŸ™‚

Semangat arai πŸ™‚ good luck for my self πŸ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s