Hello :)

Hello my fellow bloggers and readers, it’s been a long time since the last time i ‘really’ write in this blog, not just doing some reblogs or rewrite some good article. I’ve been so busy with my marriage life and my new business. Sometimes i kinda miss to write out my feelings and ideas through this blog, but you know, i always procrastinate and end up write nothing hehehe.

At first, it was so hard for me to open up about my struggles. I was ashamed, i always think that people won’t understand and i don’t need to release my stress by sharing story with others. But, one day i ask myself, why i must be ashamed of my story, if i had a chance to inspire others? So, finally i decided to write again. This time, i will frequently (aamiin. i hope sooo hahaha) to write about my amazing journey with my husband to become a parents.ย  Before you ask, No, i’m not pregnant (yet) hehe. We’re still doing some pregnancy program in Fertility Clinic in Bandung and i hope through this blog, you all can also send your best wishes for me and my husband. We really appreciate that.

So, here it is….

Have you ever wanted something so badly that you would do anything to get it? Would you spend all of your time and money just to get that one thing?ย Have you ever felt a yearning that would never go away? Would you pray so often and so intense that tears would come to your eyes?

I always knew I wanted children โ€“ maybe because I come from a large family. When I was looking for a husband, how he dealt with children was very important to me. In fact, seeing how my husband handled someone’s newborn baby was what made me interested in talking to him about marriage. After being married about two years we started trying to have children. We tried for about one year to get me pregnant. With no success, we went to a reproductive health clinic so my husband and I could get tested. (It is normal to take that long to conceive, so, unless there is an obvious problem, most clinics will not test before the couple has tried for one year). Many different tests were done. The doctors only found a minor problem that they assumed would be easy to deal with. We thought that I would get pregnant quickly and were very hopeful.

We’ve been trying for a year now. and yet, there are still no ‘two strips’ :). There was some sadness and disappointment; but then again, we just need more patience. We still kept trying, but had accepted Allah’s will – whatever it may be.

To Allah belongs the kingdom of the heavens and the earth. He creates what He wills. He bestows female (offspring) upon whom He wills, and bestows male (offspring) upon whom He wills. Or He bestows both males and females and He renders barren whomever He wills. Verily, He is the all-Knower and is Able to do all things.” [Quran 42:49-50]

It was a reminder that whatever was to happen would be the will of Allah and that I would accept whatever he had planned for me and my husband.

My humble advice to anyone trying: be informed about the drugs and the procedures, be prepared to have this as a big part of your life (for a while anyway InsyaAllah), know that there will be ups and downs, be patient with “fertile” people’s advice (especially when they try not to think about it, but every is structured around shots or ultrasounds), try and appreciate of gifts/opportunities Allah has given you, and most of all know that Allah is with you and He is the best planner your life. Always keep your spirit up! ๐Ÿ™‚

No matter how much we have, we human beings always have the capacity to make ourselves miserable over what we donโ€™t have. But we can also make a choice to be satisfied with what Allah has given us. We can look at couples with tons of perfect children and get stuck in thinking about what we want. Or we can think of all other blessings that Allah gave us. It is about perspective and gratitude.

Don’t forget to thank Allah for all that we have.

Mankind is tested in many ways. Infertility is obviously a burdensome trial given to certain men and women, and those who remain patient and steadfast in faith will be the successful. “Indeed, Allah is with those who are patient.”

Keep trying. Keep fighting. Keep believing.

Because nothing worth having comes easy.





see you on the next post ๐Ÿ™‚


happy anniversary :)


Some people long for a life that is simple and planned, tied with a ribbon.
Some people won’t sail the sea ’cause they’re safer on land, to follow what’s written.
But, I’d follow you to the great unknown.
Off to a world we call our own โคโคโคโค

Our anniversary is not a celebration of our wedding day. It is the celebration of every day of being married to a man like you. Happy anniversary dear abim, my husband, my best friend ๐Ÿ™‚

Asal bersyukur, asal bersabar

Saat matahari bersinar, maka Allah tunjukkan keindahan warna-warna ciptaan-Nya kepada kita. Tapi saat matahari terbenam, ada keindahan lain yang muncul yang tak ada pada siang

Selalu ada kebaikan dalam hal apapun yang terjadi pada kita, asal kita bersyukur, asal kita bersabar. Sebab hikmah itu datang dari memaknai kehidupan, bukan dari kehidupan itu sendiri

Kadang kita menginginkan satu hal, tapi Allah memberi hal yang lain pada kita. Tapi kita tak selalu tahu yang terbaik, Allah yang paling tahu yang terbaik, yang paling cocok untuk kita

Hari ini kita merasa tak nyaman dengan ketentuan Allah, tapi boleh jadi esok-esok kita jadi paham kenapa Allah memilih kita untuk satu hal, bukannya orang yang lain, mengapa harus kita yang ditimpa satu hal diantara manusia

Allah punya cara tersendiri untuk menempa kita, jadikan kita hamba sejati baginya. Bisa jadi semua yang kita rasakan berat saat ini, Allah berikan agar kita semakin tergantung kepada Allah bukan yang lainnya

Asalkan kita bersabar, asalkan kita bersyukur, maka Allah akan sisipkan bahagia dalam hati, layaknya malam memberikan ketenangan yang tak diberikan pada siang hari

Jalan ketaatan itu penuh dengan banyak sekali ujian, tapi jalan kemaksiatan pun banyak juga ujiannya. Sama-sama susah, sekalian saja ambil yang baik, asalkan syukur, asalkan sabar, semua akan Allah jadikan indah.


Source: facebook fanpage Ustadz Felix Siaw

ibu yang luar biasa

Banyak ibu luar biasa di dunia ini.

Terlebih mereka yang memiliki anak spesial dengan kebutuhan khusus Anak-anak itu spesial, mereka terlihat berbeda, namun hakikatnya tetap sama, manusia ciptaanNya.

Melihat seorang sepupu yang memiliki anak spesial. Wow, bagi saya dia hebat. Membesarkan anak dengan luar biasa. Seolah anak itu sama dengan yang lain. Ah, sebetulnya memang sama, hanya saja kita belum memahami. Meski sang anak yang sudah berusia 6 tahu ini belum bisa duduk, apalagi berjalan, dia memperlakukannya sama seperti ibu lain dengan anak โ€˜normalโ€™nya. Tak pernah ia hiraukan tentang pandangan orang yang melihat โ€˜anehโ€™ kearahnya. Mengajak anaknya mengobrol, bercanda, memarahi ketika anaknya โ€˜bandelโ€™. :โ€™)

Allah menurunkan anak-anak spesial untuk ibu-ibu hebat di dunia ini. Hanya mereka yang mampu untuk mendapatkannya.

Salam untuk kalian ibu-ibu super dari seorang calon ibu (yang insyaAllah juga super seperti kalian. aamiin), semoga Allah siapkan jannahNya untuk kalian yang telah bersabar. :โ€™)

Jika Kau Rindu Blazermu

Di antara harum masakan yang menguar dari wajan dan panci panas, seorang Ibu menyeka keringatnya.

Hari-harinya sesederhana memasak dan mengantar sekolah anak, melipat selimut dan melatih sabar agar tidak mudah merengut, menjalankan bisnis dari rumah sembari memastikan segala kewajiban sebagai Ibu dan istri berjalan terarah.

Anak-anaknya tumbuh sehat ceria, pun suaminya menemani dan membantu mengurusi segala lintang pukang dalam berumah tangga. Semua telah terkoordinir dalam kerja sama.

Si Ibu menghela syukur dalam nafasnya, sembari teringat betapa lincahnya ia semasa sekolah dan kuliah, betapa berprestasinya ia di mata teman seangkatan, betapa dibanggakannya ia oleh orang tua dan keluarga.

Masih di tengah kepulan aroma masakan, ia menggeser ingatan pada betapa bahagia ketika ia pertama bekerja, betapa gemah ripah penghasilannya, betapa banyak yang bisa ia bagikan ke sesama.

Ia mulai rindu blazernya, rindu mengenakannya, rindu berkontribusi sebagai tenaga ahli karena sadar ia masih menyimpan begitu banyak potensi yang belum terjamah elaborasi.

Kemudian ia teringat deretan teman masa sekolahnya yang nilainya bahkan tidak jauh lebih baik darinya, yang prestasinya hanya bergulir mepet standar kelulusan, yang adabnya selama menuntut ilmu tidak elok untuk ditiru, namun mereka tetap meniti karir dan lengkap dengan atribut yang pantas dibanggakan.

Si Ibu gerah. Si Ibu makin rindu blazernya.
Rindu mengejawantahkan passion pembelajarnya, rindu mewujudkan rupa buah pikirnya, rindu mengasah kritis pada ilmu empiris.

Sementara dasternya makin lekat aroma masakan. Sementara dasternya makin pekat dengan keringat.


Adalah satu hal yang wajib kita cantolkan pada tiang-tiang baja agar tetap lurus sesuai itikad awalnya.

Ketika wanita dengan segala potensi kontribusinya untuk dunia memilih untuk “bertapa”, mengistirahatkan ijazahnya, menyimpan blazernya, dan memilih jalan pengabdian dari rumah maka wanita perlu melaminasi niat mereka agar tetap lurus dan tulus.

Ada yang menepi demi membersamai suami, agar pernikahan dijalani dalam jarak yang lebih berdekatan. Ada yang menepi demi menjamin pengasuhan buah hati. Ada yang menepi demi menggenapi jemputan ridho Illahi.

Maka niat inilah tempat para wanita kembali merefleksikan orientasi, tempat mengukur progres pencapaian diri, tempat memulangkan ricuhnya ego yang terjangkiti polusi duniawi.

Ketika kau rindukan blazermu, untuk sekedar mengkatrol kasta sosialmu..
Wajar berpikir demikian di antara gempitanya pergaulan. Namun melambungkan dan menjaga kesederhanaan, adalah juga ideologi yang belum pasti semua orang mampu mengeksekusi.

Ketika kau rindukan blazermu, untuk pembuktian pada teman seangkatanmu..
Bahwa mereka yang dulu nilainya jeblok luar biasa, yang kita lihat sekarang mampu berfoya-foya belum tentu memiliki sedimentasi bahagia seindah kita.
Keberhasilan membesarkan keluarga dan anak, ditentukan oleh Ibu yang selalu mau belajar.

Ketika kau rindukan blazermu, untuk alasan menambah lebih banyak pundi sementara suami masih mampu mencukupi..
Tengok kembali tauhid rezeki kita, tengok kembali frekuensi sedekah kita. Revisi.
Karena antara definisi butuh dan ingin, kadang disusupi oleh rasa tamak yang menguak.

Ketika kau rindukan blazermu, bukan untuk kebermanfaatan yang nyata bagi kehidupan, bukan untuk membantu mengurangi permasalahan umat, bukan untuk mengembalikan bakti pada orang tua..
Ukur kembali seberapa dunia membutuhkan kita, seberapa banyak yang bisa kita berikan dibandingkan dengan otoritas penuh kita meramut keluarga dengan teladan kebaikan langsung dari tangan pertama.


Dastermu, boleh jadi tidak ada harganya dibanding dengan blazermu di masa lalu.

Menjadi Ibu dan istri adalah jalan panjang yang cukup menyibukkan diri jika kita berkenan selalu belajar dari hari ke hari. Dan daster-daster apak kita adalah alat bukti, betapa keringat telah kita ikhlaskan untuk berjibaku menguras mental dan tenaga.

Ibu rumah tangga tetap butuh terdidik, tetap butuh pengalaman bekerja demi mengasah keterampilan sosialnya, tetap butuh belajar dari pengalaman Ibu lainnya baik sesama Ibu berdaster maupun dari Ibu berblazer.
Karena dari saripati pengalamannya, ia akan mampu menentukan manuver berumah tangga dengan bijaksana.

Ketika dastermu mulai kumal, dan kau tergoda untuk menggantinya dengan blazer mahal, tentu itu wajar.

Coba renungi dulu barang sebentar, siapa tau kita hanya butuh daster lain yang lebih baru, yang lebih bersinar karena dijejali ilmu, yang lebih bersahaja karena aura pemakainya pun bijaksana.

Pun demikian dengan para Ibu yang akrab dengan blazernya, akan ada saatnya mereka menimang peran sutradara yang menghidupkan keluarga dari balik sunyinya layar rumah tangga.

Jalan lenggang tiap wanita akan selalu beriak tidak sama. Jika kita berganti kostum suatu hari nanti, pastikan niat adalah yang paling pertama kita curigai.


*somewhere over facebook

๐ŸŒพJika Tanganmu Pendek, Maka Panjangkanlah Lisanmu๐ŸŒพ

๐Ÿ‚Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid hafizahullah berkata,

๐ŸŒฟ“Jika tanganmu terlalu โ€œpendekโ€ untuk membalas kebaikan sahabatmu, maka โ€œpanjangkanlah lisanmuโ€ dengan memperbanyak terima kasih dan mendoโ€™akannya.”

๐ŸƒJika engkau tidak memiliki apa-apa untuk membalas kebaikan saudaramu, maka mintalah kepada Allah Yang Maha Kaya untuk memberikannya kepada saudaramu itu.

๐ŸRasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ู„ูุฃูŽุฎููŠู‡ู ุจูุธูŽู‡ู’ุฑู ุงู„ู’ุบูŽูŠู’ุจู ู…ูุณู’ุชูŽุฌูŽุงุจูŽุฉูŒ

๐ŸŒฑ“Doa seorang muslim untuk saudaranya sesama muslim dari kejauhan tanpa diketahui olehnya akan dikabulkan.

ุนูู†ู’ุฏูŽ ุฑูŽุฃู’ุณูู‡ู ู…ูŽู„ูŽูƒูŒ ู…ููˆูŽูƒูŽู‘ู„ูŒ ูƒูู„ูŽู‘ู…ูŽุง ุฏูŽุนูŽุง ู„ูุฃูŽุฎููŠู‡ู ุจูุฎูŽูŠู’ุฑู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽูƒู ุงู„ู’ู…ููˆูŽูƒูŽู‘ู„ู ุจูู‡ู ุขู…ููŠู†ูŽ ูˆูŽู„ูŽูƒูŽ ุจูู…ูุซู’ู„ู

๐ŸŒดDi atas kepalanya ada malaikat yang telah diutus, dan setiap kali ia berdoa untuk kebaikan, maka malaikat yang diutus tersebut akan mengucapkan โ€˜Aamiin dan kamu juga akan mendapatkan seperti itu.” (HR. Muslim)

birthday letter to my better half

Dear abim sayang,

Today we get to celebrate a quarter century of life for the most wonderful person I know: you. Of course, I’ll do everything I can to celebrate you in a million little ways. (And you know that surprise-lovin’ me has several tricks up my sleeve.) But you know what makes me happy? That every day is a day worth celebrating with you. That you aren’t the showy, I expect everyone to celebrate me kind of guy. That you’re humble and kind and a million other things that all roll up into the awesome guy Allah created you to be. And that today, I’m writing for you.


Today I’ll give you gifts, because you know that’s one way I show love. But the truth is, these gifts could never compare to the gift you’ve already given me: a life with you. The memories we’ve made together and the memories that are to come. The joy of road trips, sleepovers every night, unexpected dashes through downtown cities,, Super Sunday Football Match and Running Man watch parties, and just the opportunity to walk side by side through all our adventures. I couldn’t have chosen a better person to share life with, and I am so blessed that Allah chose you to be mine. Trust me, you’re a gift that my parents, and grandparents, and myself prayed for and prayed for, for basically all my life and all of yours. You’re the best gift I’ve ever been given.


Today I am thankful for your parents. For your sweet mother who carried you, your father who raised you to be a man, and your loving grandmother who poured (and continues to pour) so much of her heart into you and into us. I’m thankful for those who have raised you and for those who came before that I never even knew.

Today I am thankful to be your wife. I’m thankful that you chose me, and that you continue to choose me daily, despite my imperfections and annoying habits. Thank you for loving me no matter how many times I wake you up to accompanying me to the bathroom at nightย or get cranky with you about laundry hahaha. Thank you for giving me the most beautiful picture of Allah-like love in the way you pursued me patiently and never gave up on me. And you never will give up.


Thank you for putting up with me when Iโ€™m cranky and tired. Thank you for knowing when I need to take a break. Thank you for kissing me goodnight and good morning every day, even when Iโ€™m fast asleep. Thank you for always being game for something new, no matter how silly it seems. Thank you for acting like a huge nerd with me and being my best friend. Thank you for motivating me when I want to desperately give up. Thank you for encouraging me to be me.

I can’t wait to see all that Allah has in store for the next twenty five years, and for the next twenty five after that. I can’t wait to see what tomorrow brings, or the day after that, or the next day, because they’ll never be boring with you.

And you know what I really can’t wait for? I can’t wait to see what an amazing Daddy you’ll be someday. I can’t wait to see you love our future kiddos with the most wonderful, sincere, genuine, and passionate love- because that’s the kind of love you give to everyone you meet. I can’t believe that someday I’ll get to look down at a sweet newborn baby in my arms and know that Allah allowed the two of us to bring a new life into the world, a life that contains a little bit of you and me. I can’t wait for the days when my heart melts as I watch you crawl around with the kids on the floor or tuck them in. I just know that you will be the most incredible father.

I love your heart for Allah, the way you love others, and the way you pour all that you have into all that you do. I love the way you point me back towards Allah, challenge me, and comfort me all at the same time. I love your smile, your eyes, and hearing your voice when I wake up and when I go to sleep. When you talk, it makes my heart melt, and for a moment, nothing else matters. I love that I can be real with you, and you can totally be yourself with me (and we are both in fact super weird and total goofballs anyway haha). I love that you’ll wipe my tears, make me laugh, and make me feel like the luckiest girl in the world. Because I am. You love me far better than I deserve to be loved. Thank you for always finding a way to make me smile.


So let’s make the most of each moment today and everyday. Let’s not regret a single second. Let’s make these next twenty five years even better than the last, and let’s continue to walk the path the Lord has set out for us- hand in hand, laughing all the way. I’m excited for our adventures together, and I wouldn’t want to be going through this crazy life with anyone else. Happy birthday, love. May your day be just as amazing as you are.